Pengujian Ketahanan dalam Perangkat Keras | PKK

Pengujian Ketahanan dalam Perangkat Keras | PKK  Baiklah disini saya akan menjelaskan serta sharing kepada teman – teman dan melanjutkan pembahasan sebelumnya yaitu Pengujian Produk Perangkat Keras | PKK terkait Pembelajaran TKJ dengan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan atau biasa disebut dengan PKK, alangkah baiknya anda melihat – lihat terlebih dahulu pada pembahasan sebelumnya agar lebih dapat dimengerti. Pada saat ini saya akan membahas tentang konsep benchmarking pada pengujian perangkat keras. Langsung saja simak penjelasannya dibawah ini.



Pengujian Ketahanan dalam Perangkat Keras

Ketahanan produk adalah kemampuan suatu produk untuk melakukan kegiatan seperti yang diinginkan oleh konsumen tanpa kegagalan dan sesuai dengan batas performa yang diinginkan oleh konsumen tanpa kegagalan dan sesuai dengan batas performa suatu produk. Agar suatu produk bisa mendapatkan ketahanan produk, perusahaan harus melakukan pengujian berupa serangkaian tugas. Tugas – tugas yang diberikan akan berpengaruh pada ketahanan produk.Pengujian tersebut dapat berupa pengujian pemilihan material, struktur geometri, toleransi desain, proses manufaktur, teknik perakitan, pengiriman dan penanganan dalam pengiriman, kondisi operasional dan petunjuk perawatan. Berikut adalah hal – hal yang berkaitan dengan pengujian ketahanan produk.


1. Pengujian atas Persyaratan dan Batasan Produk

Pengujian tersebut dimulai dari identifikasi serangkaian syarat dan batasan produk yang ditentukan dari aktivitas pasar atau subsistem – subsistem mana yang cocok dengan produk tersebut. Seteleh itu, hasil dari pengujian persyaratan dan batasan produk akan dibuat menjadi dokumen. Dokumen tersebut harus disahkan oleh beberapa pihak yang berwenang, mulai dari ahli rekayasa, manajemen, sampai konsumen. Setelah disahkan, maka pihak pembuat perangkat keras akan membuat serangkaian deskripsi mengenai spesifikasi produk yang dirasa sesuai dengan dokumen persyaratan dan batasan yang telah disahkan. Langkah selanjutnya adalah mempertemukan antara dokumen persyaratan dan batasan dengan dokumen spesifikasi yang diajukan oleh pihak pembuat perangkat keras. Modifikasi dokumen persyaratan dan batasan akan dilakukan apabila terdapat isi dari dokumen tersebut yang tidak dapa diimplementasikan pada produk perangkat keras yang dibuat. Setelah adanya kesepakatan antara pihak penguji dengan pembuat perangkat keras, maka pihak pembuat perangkat keras boleh lanjut ke tahap desain terakhir.


2. Deskripsi Material, Komponen, dan Proses Manufaktur

Desain hardware harus dilakukan berdasarkan pemilihan komponen, material, dan proses manufaktur yang sesuai dengan dokumen persyaratan dan batasan yang telah disetujui sebelumnya. Setiap material, komponen, dan proses harus dinilai dan diuji sebelum dimasukkan ke dalam proses produksi.


3. Pengujian Performa

Tujuan pengujian performa adalah untuk mengevaluasi kemampuan komponen – komponen perangkat keras agar dapat memenuhi syarat fungsional, mekanis, dan elektronik yang telah ditetapkan pada dokumen persyaratan dan batasan. Untuk meningkatkan performa produk, pihak pembuat perangkat keras sering kali menggunakan fitur – fitur yang dapat mengurangi daya tahan produk tersebut. Mengapa demikian? Karena dengan menambahkan fitur pada perangkat keras juga dapat menambah kerumitan produk yang nantinya akan berpengaruh pada daya tahan produk dan harga produk.


4. Penilaian Ketahanan

Penilaian ketahanan dapat memberikan informasi mengenai kemampuan komponen perangkat keras dalam memenuhi persyaratan performa yang telah ditentukan. Penilaian ketahanan dilakukan dengan menggunakan data tes integritas, hasil kualifikasi virtual atau hasil tes akselerasi. Proses penilaian ketahanan produk ditunjukkan pada bagian dibawah ini.

proses-penilaian-ketahanan-produk

Ketahanan produk tidak berkaitan dengan nasib baik penggunaanya, namun lebih kepada konsekuensi rasional atas usaha yang dilakukan oleh pembuat perangkat keras pada tahap desain, pengembangan, dan manufaktur. Produk yang memiliki ketahanan tinggi dapat diperoleh dari desain yang kuat dan tingkat toleransi komponen yang tinggi. Pemahaman kuantitatif dan kemampuan untuk memetakan kegagalan mekanisme dalam pengujian produk dapat menjadi alat bagi pembuat produk perangkat keras untuk membuat desain, proses, dan spesifikasi komponen yang efektif.


Nah, begitulah penjelasan tentang pengujian ketahanan dalam perangkat keras. Menarik bukan? Jika anda suka, share ke teman atau keluarga anda sehingga kita bisa saling mempelajari ilmu – ilmu terkait pembahasan di artikel ini. Jika ada yang kurang dimengerti silahkan komentar dibawah yah ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„.

Jika anda ingin mencari atau melanjutkan pembahasan terkait dengan pembelajaran PKK silahkan cek di link berikut : Klik Disini

Demikianlah artikel pembahasan materi yang berjudul Pengujian Ketahanan dalam Perangkat Keras | PKK. Semoga bermanfaat bagi anda. Terima kasih…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.