8 Cara Mengatur Privasi dan Keamanan di Handphone Agar Terhindar dari Kejahatan

Memahami cara mengelola privasi dan keamanan di ponsel sangatlah penting, mengingat meningkatnya ancaman kejahatan siber. Lantas bagaimana cara mengatur privasi dan keamanan di handphone?

Untuk mencegah risiko seperti cyber crime dan phishing, langkah pencegahan sebaiknya dilakukan sejak dini dengan mengoptimalkan pengaturan privasi dan keamanan. Tindakan ini bertujuan untuk melindungi data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jika tidak dikelola dengan baik, keamanan data dapat dengan mudah diretas. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatur privasi dan keamanan di ponsel:

1. Aktifkan Kunci Layar

Mengaktifkan kunci layar memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data pada handphone. Ada beberapa opsi kunci layar yang dapat digunakan, seperti pola, PIN, atau pemindai sidik jari, yang berfungsi sebagai pengaman akses ke perangkat. Dengan demikian, data pribadi tetap terlindungi apabila handphone hilang atau digunakan oleh pihak yang tidak berwenang.

2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan dan privasi adalah dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah pada setiap akun. Dengan langkah ini, lapisan perlindungan akan semakin kuat, sehingga informasi pribadi lebih sulit untuk diretas.

Verifikasi dua langkah biasanya melibatkan kode OTP (One-Time Password) yang dikirimkan ke ponsel atau email pengguna sebagai bentuk autentikasi tambahan. Dengan begitu, meskipun seseorang mengetahui kata sandi akun, mereka tetap tidak bisa mengaksesnya tanpa kode verifikasi tersebut.

3. Gunakan Password yang Kuat

Pastikan setiap akun penting di ponsel Anda dilindungi dengan kata sandi yang kuat dan unik. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol untuk meningkatkan keamanan.

Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau hari pernikahan, karena informasi tersebut sering kali dapat ditebak oleh orang lain. Selain itu, disarankan untuk mengganti kata sandi secara berkala dan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk perlindungan tambahan.

4. Perbarui Perangkat dan Aplikasi

Melakukan pembaruan pada perangkat dan aplikasi merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan serta privasi. Tindakan ini terbukti efektif dalam mencegah upaya peretasan pada ponsel, karena setiap pembaruan biasanya mencakup perbaikan bug dan peningkatan sistem keamanan.

Selain itu, dengan selalu menggunakan versi terbaru, pengguna dapat mengurangi risiko eksploitasi celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh peretas untuk mencuri data atau merusak sistem.

5. Hindari Wi-Fi Publik untuk Transaksi Penting

Walaupun menggunakan Wi-Fi publik terasa menguntungkan dan sulit untuk dilewatkan, sebaiknya hindari penggunaannya. Sebab, jaringan ini berisiko menimbulkan berbagai ancaman, seperti penyusupan terhadap data pribadi.

6. Gunakan Aplikasi Keamanan

Langkah selanjutnya adalah menginstal aplikasi keamanan yang dapat memberikan perlindungan tambahan. Dengan cara ini, ponsel akan lebih aman dari serangan malware atau ancaman lainnya.

7. Back Up Data Secara Berkala

Selalu lakukan pencadangan data secara rutin, baik menggunakan layanan cloud maupun penyimpanan lokal. Tindakan ini berguna untuk mengembalikan data apabila perangkat mengalami peretasan atau kehilangan.

8. Waspada dengan Pesan Phishing

Pesan phishing bisa masuk ke ponsel kapan saja melalui berbagai platform media sosial. Jika menerima pesan berisi tautan yang tampak mencurigakan, sebaiknya jangan membukanya agar terhindar dari potensi risiko yang merugikan.

Itulah beberapa cara mengatur privasi dan keamanan di handphone yang bisa dilakukan. Tentunya dengan menerapkan beberapa cara ini, kita akan lebih bisa menjaga privasi dari hp yang dimiliki dari tindakan kejahatan yang ada.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Share via
Copy link