Prinsip Dasar Desain Untuk Manufaktur Dalam Perakitan PPK | PKK

Prinsip Dasar Desain Untuk Manufaktur Dalam Perakitan PPK | PKK  Baiklah disini saya akan menjelaskan serta sharing kepada teman – teman dan melanjutkan pembahasan sebelumnya yaitu Desain Untuk Manufaktur Dalam Perakitan Produk Perangkat Keras | PKK terkait Pembelajaran TKJ dengan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan atau biasa disebut dengan PKK, alangkah baiknya anda melihat – lihat terlebih dahulu pada pembahasan sebelumnya agar lebih dapat dimengerti. Pada saat ini saya akan membahas tentang prinsip dasar desain untuk manufaktur dalam perakitan produk perangkat keras. Langsung saja simak penjelasannya dibawah ini.


prinsip-dasar-desain-untuk-manufaktur-dalam-perakitan-ppk

    A. Prinsip Dasar Desain untuk Manufaktur

    Proses desain untuk manufaktur (DFM) harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip DFM. Lalu, apa sajakah prinsip-prinsip di dalam DFM? Berikut penjelasannya.

1) DFM dan Optimasi

    Proses DFM terjadi bersamaan dengan rekayasa teknik yang digunakan untuk menurunkan arus siklus hidup produk yang memerhatikan bagian terdepan dari proses NPD. The DFM mengoptimalkan proses desain produk awal dalam tahap konsep desain untuk memastikan bahwa produk dapat diproduksi dengan mudah. Dalam proses ini, desain produk sebisa mungkin disederhanakan dengan pengubahan pada fitur agar sesuai dengan kemampuan fasilitas manufaktur. Desain produk dapat dioptimalkan dengan menerapkan prinsip-prinsip DFM yang digunakan sebagai standar penggunaan part, eliminasi dari komponen yang tidak perlu, integrasi dari beberapa komponen, pilihan assembli komponen dengan mudah, penggunaan snap fits, dan sebagainya. Prosedur ini tidak hanya akan menghasilkan suatu produk yang mudah untuk manufaktur, tetapi juga yang menggunakan bahan lebih sedikit, lebih baik, dan lebih murah untuk memproduksi. Dengan demikian., memberikan organisasi keuntungan kompetitif dalam pasar dunia saat ini.

2) Keseluruhan Proses adalah Kuncinya

    Desain untuk manufaktur dilakukan melalui kerja sama dari berbagai departemen fungsional. Crossfunctional tim yang digunakan dalam perwakilan manufaktur yang memastikan bahwa lingkaran manufaktur difokuskan pada tujuan dalam perancangan proses. Departemen fungsional tidak lagi bekerja sebagai entitas yang terpisah, sebagai gantinya mereka berkomunikasi dan menyelesaikan tugas-tugas dalam usaha bersama.

3) Perubahan dalam Proses Desain

    Untuk melaksanakan program desain untuk perusahaan manufaktur harus bersedia untuk menjalani perubahan. Hal ini meliputi perubahan yang meliputi penyatuan desain dan pengembangan proses dan struktur organisasi tradisional agar sesuai dengan prinsip-prinsip DFM. Proses yang berurut harus berintegrasi dengan keseluruhan desain proses. Karyawan dijauhkan dari sikap individualis dan dilatih untuk menjadi pemain dalam tim. Desainer harus dididik tentang operasi manufaktur dan semua pegawai harus sadar tentang bagaimana mereka membuat pilihan yang nantinya akan memengaruhi operasi dalam pengembangan proses. Agar semua perubahan yang terjadi, juga harus ada komitmen yang kuat dari manajemen di atasnya.

4) Pengetahuan Manufaktur dalam Tahap Pengembangan Konsep dan Desain

    Dalam proses manufaktur DFM seorang harus menetapkan fungsi desain dengan pengetahuan yang lebih dari operasi manufaktur. Metode yang paling efektif adalah dengan memiliki manufaktur yang mewakili bagian dalam keseluruhan proses dan pengembangan desain. Perwakilan ini harus menetapkan fungsi desain dengan toleransi manufaktur, proses, prosedur, batasan, penjadwalan dan waktu produksi. Jika memungkinkan, supplier dan informasi material harus tersedia pada tim desain. Sebagai pemeriksaan akhir pada desain, orang yang melakukan manufaktur harus bisa meninjau desain produk dan spesifikasi dalam tahap perluasan konsep dan prototipe.

5) Penggunaan Sistem Intelligent CAD dan Teknologi Komputer Lainnya pada DFM

    Teknologi komputer merevolusi desain dan pengembangan proses selama beberapa dekade belakangan ini. Peningkatan penggunaan sistem CAD dan kemajuan teknologi telah membantu desainer membuat DFM yang lebih mudah. Banyak desain yang dimodelkan dan dianalisis pada sistem CAD sehingga memungkinkan permasalahan desain yang biasanya tidak ditemukan akan ditemukan pada tahap kedua yaitu proses pengembangan produk Intelijensi buatan juga merupakan awal untuk diintegrasikan ke dalam batasan manufakturing dan operasi sebaik informasi penting dalam batasan manufakturing dan operasi sebaik informasi pada aspek lainnya dalam proses pengembangan selama pendesainan komponen. Hal ini akan memungkinkan desainer untuk mengembangkan desain yang dapat dimanufaktur sejak awal.

 

Nah, begitulah penjelasan tentang prinsip dasar desain untuk manufaktur dalam perakitan produk perangkat keras. Menarik bukan? Jika anda suka, share ke teman atau keluarga anda sehingga kita bisa saling mempelajari ilmu – ilmu terkait pembahasan di artikel ini. Jika ada yang kurang dimengerti silahkan komentar dibawah yah ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„.

Jika anda ingin mencari atau melanjutkan pembahasan terkait dengan pembelajaran PKK silahkan cek di link berikut : Klik Disini

Demikianlah artikel pembahasan materi yang berjudul Prinsip Dasar Desain Untuk Manufaktur Dalam Perakitan PPK | PKK. Semoga bermanfaat bagi anda. Terima kasih…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.